Jumat, 01 April 2011

Manusia dan Kesusastraan



PENDEKATAN KESUSASTRAAN
Pada mulanya Ilmu Budaya Dasar dikenal dengan istilah Basic Humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus yang artinya manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan demikian humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai manusia sebagai homo humanus.
Manusia harus mempelajari ilmu untuk menjadi homo humanus. Ilmu tersebut adalah humanities disamping tanggung jawabnya yang lain. Secara umum the humanities mencakup ilmu-ilmu seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya. Intinya semua yang mempelajari masalah manusia dan budaya. Oleh karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkannya sebagai ilmu pengetahuan budaya.
Orientasi the Humanities adalah ilmu dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities. Dengan mempelajarinya kita diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DI HUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak padanannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, atau novel, atau cerita pendek. Dalam kesusastraan Indonesia dikenal jenis prosa lama dan prosa baru, yaitu:
a. Prosa Lama Meliputi
1. Dongeng-Dongeng
2. Hikayat.
3. Sejarah.
4. Epos.
5. Cerita Pelipur lara.
b. Prosa Baru Meliputi:
1. Cerita Pendek
2. Roman/Novel
3. Blografi
4. Kisah
5. Otobiografi

NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulan punggu cerita, mau tidak mau karya sastra (Prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawa moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang di peroleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang di peroleh pembaca lewat sastra antara lain :

1. Prosa Fiksi memberikan Kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang dikisahkan.

2. Prosa Fiksi memberikan Informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi. Dalam Novel Sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari pada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali.

3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat menstimulasi imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa. Misalnya novel-novel seperti siti nurbaya, salah asuhan, sengsara membawa nikmat, layar terkembang mengungkapkan impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini.

4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Dengan prosa fiksi maka seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi merupakan seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian adalah cabang atau unsur dari kebudayaan. Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik atau estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.


Sumber:
Widyo Nugroho dan Achmad Muchji. Ilmu Budaya Dasar. 1996. Depok: Gunadarma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar