Kamis, 02 Juni 2011
Manusia dan Keindahan
KEINDAHAN
Bila kita berbicara mengenai keindahan tentunya setiap orang memiliki pendapat masing-masing mengenai keindahan. Misalnya apabila lima orang ditanya mengenai seberapa indahnya suatu pemandangan alam pedesaan, mungkin setiap orang akan memiliki pendapat yang berbeda-beda.
Apakah sebenarnya arti kata indah itu? Keindahan dapat diartikan bagus, cantik, atau elok. Keindahan juga identik dengan kebenaran. Keduanya memiliki sifat abadi dan semakin bertambah. Sesuatu yang tidak benar, jelas tidak indah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak tergantung pada selera perseorangan. Keindahan bersifat abstrak dan baru dapat dikomunikasikan setelah mempunyai bentuk. Misalnya seperti lukisan, pemandangan, tubuh, dan sebagainya. Dalam bahasa inggris, keindahan dipisahkan menjadi beauty yang berarti keindahan dan beutiful yang berarti benda yang indah. Selain definisi yang telah disebutkan, keindahan juga dapat didefinisikan ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Keindahan dalam arti luas.
The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan. Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
• keindahan seni
• keindahan alam
• keindahan moral
• keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan.
Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. Keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.
NILAI ESTETIK
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut :
‘”The believed Capacity of any object to satisfy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok). Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada kehendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya. Nilai itu ada yang membedakan antara nilai sub yektif dan obyektif,Tetapi penggolongan yang penting ialah:
- Nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (“instrumental! Contributory value”), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu contohnya puisi, bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik.
- Nilai intrinsik
Nilai intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri. Contohnya : pesan puisi yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai intrinsik .
Kontemplasi dan Ekstansi,
Keindahan tidak terlepas dari seni. Keindahan yang didasarkan pada selera seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstansi. Kontemplasi adalah dasar di diri manusia untuk menciptakan keindahan, sedangkan eksansi adalah dasar dari diri manusia untuk merasakan dan menyatakan keindahan. Apabila keduanya disatukan maka akan timbul penilaian bahwa sesuatu itu indah atau tidak.
MANUSIA MENCIPTAKAN KEINDAHAN
Pengungkapan keindahan dalam karya seni, dilandasi oleh tujuan dan miotivasi. Berikut adalah beberapa alasan/ motivasi seniman menciptakan keindahan :
a. Tata nilai yang telah usang, tata nilai dalam adat istiadat zaman suku kadang tidak sesuai dengan nilai moral dan martabat manusia. Sepertikawainpaksa, dll. Ini dikatakan tidak indah, untuk itu harus disingkirkan dan digantikan dengan ynag lebih indah. Inilah yang mengilhami roman siti nurbaya, habis gelap terbitlah terang, dll.
b. Kemerosotan zaman, kemerosotan zaman ditandai dengan rusaknya nilai moral yang terermin dari perbuatan manusia yang melanggar tata norma, agama, dll. Ini tidak baik. Sesuatu yang tidak baik, adalah tidak indah, untuk itu harus digantikan dengan sesuatu yang indah.
c. Penderitaan Manusia, banyak faktor yang mempengaruhi penderitaan, tapi yang paling dominan adalah faktor dari diri sendiri seperti keserakahan, egois, nafsu, dll. Ini tidak baik, sehingga tidak indah, untuk itu perlu dilenyapkan dan digantikan dengan yang lebih indah.
d. Keagungan Tuhan, Tuhan adalah pencipta keindahan yang Maha Agung. Alam, manusia, dan dunia ini diciptakan dengan sangat indah. Untuk itu jika ada orang-orang yang ingin merusak keindahan itu, seperti merusak alam, harus disingkirkan.
RENUNGAN
Beberapa teori untuk menciptakan seni dari renungan.
1. Teori Pengungkapan, dalil dari teroi ini adalah 'seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia.
2. Teori Metafisik, teori ini adalah salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang menjelaskan teori peniruan yang menjelaskan bahwa seni adalah tiruan dari realita yang ada. dunia adalah tiruan dari realita ke-Ilahian. sedangkan seniman meniru dari realita keduniaan. Sesuatu yang meniru berarti tidak seindah yang ditiru. Menurut Arthur Schopenhauer, seniman yang besar adlaah seseorang yang mampu dalam perenungannya menembus segi-segi praktis dari benda-benda di sekelilingnya samapi ke pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide hakiki.
3. Teori Psikologis, di dunia modern, pemahaman terhdap seni tidak terlepas dari ilmu psikologi. Misalnya, menurut psikoanalisa, seni adalah pemenuhan dari keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Di dalam teori ini tercakup0 juga teroi permaiann, yang menyatakan seni pada awalnya berasal dari keinginan manusia untuk bermain-main. Satu lagi yang termasuk di dalam teori adalah teori penadaan, yang memandang snei sebagai tanda/ lambang dari perasaan manusia.
KESERASIAN
Keserasian bersalah dari kata serasi dan bentuk dasar rasi yang berarti cocok. Dalam kerserasian terdapat kesatuan, pertentangan, keseimbangan, dll. Pertentangan yangmenghasilkan keserasian misalnya musik yang berasal dari berbagai suara yang saling bertentangan, atau lukisanyang terdiri dari berbagai warna yang saling bertentangan.
1. Teori Obyektifitas dan Subyektifitas, teori obyektifitas memandang bahwa keindahan itu ada ciri-cirinya yang telah melekat pada sesuatu yang indah, terlepas dari siapapun yang memandanngnya. salahsatu pendukung teroi ini adalah Plato. Sedangkan teroi subyektifitas memandang sebaliknya, bahawa keindahan itu berasal dari perasaan dan tidak tergambarkan berdasar ciri-ciri tertentu.
2. Teori Perimbangan, teori ini berkembang sejak zaman Yunani kuno, yang menggambarkan bahwa berdasar ilmu matematik yang berimbang, akan timbul suatu keindahan dan keserasian. Misalnya jumlah tiang dan besar kecilnya pada kuil Arthenon merupakan hasil dari perimbangan yang menciptakan keindahan atau seutas senar gitar apabila dipadu dengan senar lain dengan perimbangan yang tepat akan menghasilkan suara yang selaras. Namun akhirnya teori ini runtuh, karena keindahan itu bersifat abstrak dan berasal dari pikiran manusia. Sementara setiap manusia memiliki pemikiran yang berbeda-beda tentang keindahan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar